d i a m

DIAM
Jangan mengira bahwa orang yang memilih diam itu tidak mampu membalas.
Karena terkadang seseorang memilih diam agar tak ada yang terluka.
Kadang juga karena menahan perih dan kwatir bila ucapannya hanya akan menambah perih.
Ada juga yang merasa bahwa diam adalah jawaban terbaik
Ada juga yang menyadari bahwa bila ia bicara, maka ucapannya tak akan bermanfaat.
Dan ada juga yang memilih diam disaat amarah memuncak, agar tak ada yang dirugikan oleh amarahnya
Karena selamanya diam itu emas. Kecuali mendiamkan kemungkaran.
Diam membuatmu tinggi.
Diam adalah cara lain untuk menang.
Jadi bicaralah yang baik atau diam
______________
Madinah 25-06-1436 H
ACT El Gharantaly

Beda Frekwensi

BEDA FREKWENSI!

10390214_485159691639725_2689870774289396181_n

Dulu sewaktu kita masih jahil dengan penuh perlakuan dosa, kita sejalan banget, cocok banget.

Sekarang, ketika aku memutuskan hijrah. Kok kamu yang katanya ‘Dukung’ malah ‘Mencibir’ dibelakang aku?

Padahal aku hijrah ke jalan yang lebih baik, ke Jalan yang sesuai Qur’an dan Hadits.

Aku jadi paham sekarang. Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman”

[HR Abu Dâwud no. 4833 dan at-Tirmidzi no. 2378. (ash-Shahîhah no. 927)].

Sudah dapat dipastikan, bahwa seorang teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap temannya. Teman bisa mempengaruhi agama, pandangan hidup, kebiasaan dan sifat-sifat seseorang.

Oleh karenanya aku mencoba mengajakmu dalam kebaikan karena aku menyayangimu… Tapi kamu serta merta menolak ku…

Teman….

‘Sorry, Kita Udah Beda Frekwensi’

Semoga manfa’at

#fpislamdiaries

notes : tetapi aku tetap akan selalu mendoakanmu semua teman temanku…..


#BeACT (BeACoolTeen)

if you could stand in someones’s else shoes…

If you could stand in some else’s shoes….

Hear what they hear….

See what they see….

Feel what they feel….

Would you treat them differently?”

Think about it.  No doubt, your answer is yes.

menyimak video diatas…

terkadang kita terlalu mementingkan diri kita sendiri

terlalu mementingkan keluhan diri..

terlalu fokus pada hal hal yang tidak kita miliki dalam hidup kita..

padahal mungkin dibalik semua itu,

keadaan kita sedang sehat, sedang diluar sana ada seseorang yang sedang menanti saat2 terakhir dalam hidupnya…

atau keadaan kita memiliki tangan kaki utuh untuk bekerja, sedangkan diluar sana ada seseorang yang sudah mendapat vonis dari dokter harus kehilangan anggota tubuhnya?

hanya satu kata , bersyukur..

bersyukur atas apapun keadaan diri kita saat ini….

syukuri apa yang kita miliki saat ini..

Untuk Saudaraku yang Dirundung Kesedihan

Ingat, wahai saudara-saudariku…

Roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya.

Ada sedih, ada senang.

Ada derita, ada bahagia.

Ada suka, ada duka.

Ada kesempitan, ada keluasan.

Ada kesulitan, dan ada kemudahan.

Tidak ada manusia yang tidak melewatinya.

Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu wahai saudaraku ..

Manusia bukanlah pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya.

Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan.

Saat ini bertemu, tidak lama kemudian mereka akan menemukan perpisahan.

Detik ini berbangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya.

Maka, apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu, jangan berlarut dalam kesedihanmu ..

Permasalahan kita di dunia ini tidak selalu sama. Keadaan terus berubah. Berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar.

Kadang diatas, kadang dibawah.

Kadang maju, kadang mundur.

Itulah kehidupan.

Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu, hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran …

Saudaraku, ketenangan sangat kita butuhkan dalam menghadapi segala keadaan hidup ini. Terutama dalam keadaan sulit dan ditimpa musibah. Dan kita harus yakini dengan seyakin-yakinnya apa yang telah ditetapkan untuk kita merupakan kebaikan kita.

Saudaraku…

Jika hati ini dalam kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan.

Jika hati ini tenang maka ucapan yg keluar dari lisannya akan tetap penuh dgn hikmah dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita hadapi.

Dan dengan itu lah kemudian –insya Allah- kita akan meraih keuntungan.

Jika hati tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan.

Semoga yang sedikit ini meringankan sedikit dari apa-apa yang menimpa kita…

Dan kita memohon kepada Allah Azza wajalla agar mengangkat seluruh kesulitan yang menimpa kita.

_________

Dipost oleh Ustadz Abu ‘Urwah Ferry Nasution -hafizhahullah- tgl 23 Jumadal Ula 1436 / 14 Maret 2015