Sami’na wa atho’na

Jangan suka pilih pilih dalilWalau tidak semua hukum berpihak kepada kita

Tetaplah sami’na wa atho’na

.

Jika ada hukum haram membayar pajak, lantas kita mudah menaati, berdalih g mau bayar pajak karna haram,, Tapi jika ada larangan haram bermain musik, kita tawar “ah cuma musik masa haram ngga usah ekstrim laah ”

.

Jika ada larangan makan babi, maka kita pasti langsung nolak makan babi, tapii larangan Riba kita tepis dengan alasan “gimana bisa maju dan berkembang kalo ngga pinjam bank..gimana bisa berangkat haji kalo pake bank, gimana bisa bangun rumah kaio g pake bank…”

.

Ada perintah berbakti pada suami, bisa patuh, tapi pada perintah Poligami lantas menyatakan “cari surga dari pintu yang lain saja ”

.

Lihatlah kepasrahan para Sahabat, mengapa? Karena SEMUA SYARIAT YANG ALLAH TURUNKAN SUDAH PASTI MEMBAWA KEMASLAHATAN….

.

Allah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui-Al Baqarah 216

.

Karena itu, yang dijadikan tolak ukur baik dan buruk dalam kehidupan manusia bukanlah kecenderungan dan selera hati manusia. Namun, yang menjadi tolak ukur adalah pilihan Allah

.

Belajar mengembangkan sikap sami’na wa atho’na, hindari penolakan, hukum Allah adalah solusi, tinggal kita mau atau tidak melakukan perubahan..

.

Sumber: https://konsultasisyariah.com/18542-antara-hukum-dan-solusi-membangun-sikap-samina-wa-athana.html

MENIKAHI WANITA MUSYRIK
.
Seorang muslim dilarang menikahi wanita musyrik baik merdeka maupun budak. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
.
وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ
.
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Dan sungguh wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu” [al-Baqarah/2:221][1]
.
Hal ini juga ditegaskan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ

“Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir” [al-Mumtanah/ 60:10]
.
Sehingga setelah Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat ini Umar bin al-Khatthab Radhiyallahu ‘anhu menceraikan dua istri beliau Radhiyallahu ‘anhu yang dinikahinya ketika masih musyrik.[2]
.
.
Sumber: https://almanhaj.or.id/2633-nikah-dengan-orang-kafir.html
.
.
#jagaakidahmu……

View on Path

Trip To Bromo , 1 Januari 2017


Sebetulnya Ke Gunung Bromo bukan hal baru bagi saya , karena waktu kecil tinggal sama Opa, waktu itu beliau ( rahimahullah ) dinas di P&K ( *sekarang Diknas) di Kecamatan Sukapura, Kab. Probolinggo, yang merupakan salah satu dinding kaldera lintasan lautan pasir. Jadi seriing sekali ikut ke Bromo, kadang ada event bisa seminggu sekali kesana atau kalo pas ada kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita..

jadi sudah hafal sama dinginnya, sama bau belerangnya 💐.. pernah beberapa kali berdua ikut acara jalan sehat dari cemoro lawang – kawah puncak – balik lagi cemoro lawang 😢(kalo sekarang udah g kuat 😜) aah sweet memory with best ones i ever had 💐💐

..

Kemarin kami ke Bromo lewat Malang, via Tumpang. Dengan sewa Jeep , bisa dicek selengkapnya di Instagram : smartway.id .
Dijemput jam 00.00 dirumah , sampai Gubug Klakah kira kira 1 jam . Disini sudah banyak jip jip dan motor motor transit . Perjalanan menuju ke Gubug Klakah belum terlalu estrim. Dari Gubug klakah ini kelihatan view kota Malang yang cantiik.

Setelah sekitar 20 menit di gubug Klakah, perjalanan berlanjut. Disini mulai ekstrim medannya. Jalannya naik turun curam dan kecil 😂

Lalu sampailah di Lautan Pasir. Disini hawanya sudah mulai sangat dingin. Kabut sangat rendah, angin dan hujan gerimis . Katanya kalau tidak ada gerimis justru kabut akan lebih tebal dan jalan tidak terlihat.

Sekitar pukul 03.00 sampailah di penanjakan 1. Disini hawanya sangat dingin. Tapi banyak warung jualan makanan dan minuman untuk menghangatkan tubuh. Sampai disini kita sholat subuh dengan air yang brrrrr seperti es batu 😅.

Selepas sholat shubuh baru kita jalan naik ke Sunrise View Point. MaasyaaAllah cantiknya ciptaan Allah …..melihat matahari terbit dipuncak tertinggi bromo …

Setelah puas diatas, lalu kita turun ke Lautan pasir . Disini puas bermain pasir banyak yang berfoto foto selfie juga .

Selain ke lautan pasir, trip juga termasuk ke Pasir berbisik, bukit teletubbies dan kawah puncak Bromo .

Alhamdulillah bisa sejenak flashback memori bersama Opa tapi kali ini lebih senang lagi karena bisa membawa anak anak..

Alhamdulillah bini’mati tatimushalihaat


.

.