Sahabat… 

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata kepada sahabat-sahabatnya,

إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك

”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau”. Lalu beliau menangis.. 

Carilah sahabat2 yang baik yang menunjukkan jalan2 ke Syurga & jalan2 kebaikan. 

Kelak bila kalian di surga dan tak menemukan aku di sana..kumohon jangan melupakanku… tanyakan aku padaNya..  bahwa aku pernah berada di antara kalian…

Jangan gantungkan kebahagiaanmu kepada selain ALLAH.

Karena, 

Teman kesayangan, bisa menjadi musuh..

Orang dekat, bisa menjauh..

Yang hidup, bisa mati..

Pasangan, bisa mengkhianati..

Kekayaan, bisa habis.. 

Paras, akan terus terkikis..

Kedudukan, bisa lepas..

Mobil mewah, bisa naas..

Kesehatan, bisa hilang..

Prestasi, bisa usang..

Dan tidak ada yg kekal.. 

kecuali Allah yg maha hidup lagi maha mengatur.

Ustadz Ad Dariny

Sudah Move On atau Belum ?

Tersesat itu tidak pernah menyenangkan,

bahkan dalam cinta sekalipun.

Sudah Move on atau belum?

Mungkin, salah satu hal yang susah dilakukan di dunia ini adalah melepaskan sesuatu yang bukan untuk kita. (Mengaku dalam diam)

Tetapi mungkin juga sebenarnya, kita hanya harus belajar tersenyum dan ketawa seperti biasa. Hanya kali ini tanpa’nya’ dan bukan lagi karena’nya’. Kali ini benar-benar karena kita sendiri dan karena kita bahagia menjadi siapa pun kita, bersama siapa pun yang memang untuk kita nanti.

Karena pada akhirnya, mau atau tidak, kita akan sadar bahwa itu memang bukan untuk kita, mau dipikirkan dan diusahakan sekuat mana pun juga, tetap tidak akan menjadi milik kita.

Mungkin, setelah kita sadar tentang hal itu, baru bisa melepaskan? Ya?

Dan pada akhirnya juga, perlahan-lahan, kita akan lupa dan ingatan tentang dia akan pudar. Perlahan-lahan, kita akan mengingatnya hanya terkadang saja. Itu pun kebetulan ketika kita melihat gambar atau ada yang menanyakannya. Tapi perlahan-lahan. Yang banyak orang tidak paham adalah ‘perlahan-lahan’nya.

Pada saat ini nanti, jangan sering menoleh ke belakang. Terus saja berjalan. Terus saja. Pada akhirnya nanti, kita akan sampai pada satu titik yang membuat kita rasa tenang. Titik di mana ketika kita menoleh ke belakang, semuanya sudah tidak sama lagi. Kita rindu saat-saat itu, tapi tidak ingin kembali lagi ke saat itu. Hanya rindu, hanya kenangan. Bukan untuk dilupakan atau dihilangkan, hanya untuk sesekali menoleh ke belakang, tapi bukan untuk menetap di sana. Just keep moving.

Jangan lupa, hati kita yang harus dijaga, bukan lukanya. Jangan lupa, bahagia kita yang harus dijaga, bukan deritanya. Jadi, terus saja berjalan. Kalau tidak, kita akan ketinggalan.

Percayalah,

Bahagia selalu menemukan jalan untuk tetap sampai ke tempatnya. Dari arah mana saja, ke arah mana saja.

Teruskanlah langkah kaki itu. Teruskan berjalan mencipta bahagia kita, lepaskan segala ‘kesedihan’ pada masa lalu. Kita masih punya waktu. Kita selalu punya kesempatan. “Maybe there’s nothing wrong, maybe you just have to move on.”

– rika fathir