.
.
Mungkin kalau rumah kita lantainya granit, gordynnya yang mewah, kasur yang high quality, perabotnya kekinian….baru kita sebut baitii jannatii
.
.
Tapi rumah yang seperti itulah yang Aisyah sebut “baitii jannatii” rumahku surgaku… padahal tidak ada kasur empuk, tidak ada perabot lengkap, tapi surga bagi Aisyah ….
.
#selfreminder
.
Gambaran rumah Rasulullaah shalallahu alaihissalam..
(Pict : internet )

View on Path

Pilihlah rujukan ilmu yg sudah jelas MANHAJNYA.

Oleh ustadz Ad Darini
======

Dengan semakin besarnya dakwah sunnah di NKRI, banyak dai-dai bermunculan… Ini merupakan sisi baik yg harus kita syukuri, krn dengan semakin banyaknya dai sunnah, maka semakin luas jangkauan yg bisa disasar, dan semakin meringankan tugas dai-dai sunnah yg sudah ada sebelumnya.

Namun di sisi lain, kita akan menghadapi penurunan dari sisi kualitas.. karena memang biasanya kualitas akan menurun, seiring dg bertambahnya kuantitas.. dan ini yg seharusnya disadari dan diwaspadai.

Penurunan kualitas itu tentu bukan hanya pada audiens, tapi juga pada ustadznya… Itu bisa dilihat, diantaranya dari menurunnya semangat menyebarkan atau mendengarkan tauhid… Menurunnya semangat menerapkan sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam pada individunya… Menurunnya semangat mengedepankan pendapat generasi salaf dlm membahas sebuah masalah… dst.

Oleh karena itu, menjadi *sangat urgen dan sangat penting* bagi kita, utk memilih ustadz yg sudah jelas manhajnya.. khususnya di daerah² yg sudah banyak ustadznya.

Diantara cara sederhana dan mudah dalam melihat seorang ustadz sunnah, apakah manhajnya bagus atau tidak adalah:

1. Lihatlah, bersama siapakah ustadz tersebut berkumpul.. apakah bersama ustadz² yg bermanhaj salaf atau tidak.. karena seseorang itu berada di atas agama teman dekatnya.

2. Darimana ustadz tersebut menimba ilmu, baik almamater, maupun para ustadz dan masyikhnya.. Atau siapa tokoh favoritnya.. karena sumber ilmu akan sangat mempengaruhi pemahaman dan manhaj seseorang.

3. Dari sisi pendapat, apakah banyak menyelisihi pendapat ulama yg bermanhaj salaf ataukah tidak.. bila banyak sekali pendapatnya yg menyelisihi pendapat ulama yg bermanhaj salaf.. maka itu indikasi bahwa manhaj yg merupakan landasan seseorang dlm menganalisa dalil juga berbeda.

4. Dari sisi topik dakwah yg disampaikan, apakah perhatiannya besar terhadap tauhid ataukah tidak.. karena itulah pembeda antara dakwah salaf dg dakwah lainnya.

5. Dari sisi perhatiannya kepada Ijma’ generasi salaf.. jika tidak memperhatikan sisi ini, maka dia akan bermudah²an dalam membahas sebuah masalah, terutama dalam masalah akidah dan bid’ah.

Oleh karena itu, cerdaslah dalam memilih ustadz, karena itu adalah sumber agama kita.. yg terpenting adalah manhajnya.. adapun sisi lain seperti kecerdasan, retorika, kuatnya hapalan, dll, maka itu adalah pelengkap.. jangan menjadikan pelengkap sebagai intinya.

Perlu diingat, tdk menjadikannya sebagai ustadz rujukan, bukan berarti membencinya, atau memusuhinya, atau tdk menerima kebenaran darinya.. sebagaimana kita sering merujuk ke dokter tertentu dlm penyakit tertentu, krn kehati-hatian, bukan karena kita benci kepada dokter yg lain.

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat.

View on Path

MITOS-MITOS YANG BUKAN BERASAL DARI AJARAN ISLAM

1. Ngidam tidak dipenuhi, berpengaruh pada bayi
Diyakini bahwa keinginan yang biasanya dialami oleh wanita hamil ( dikenal dengan istilah ‘ngidam’ ) bila tidak terpenuhi akan berpengaruh pada sang bayi !
↪ Dikatakan bahwa ngidam yang tidak dipenuhi akan menyebabkan si anak suka berliur ( Jawa : ngileran ) ketika sudah terlahir ke dunia. Ini hanya mitos belaka.

2. Acara tujuh bulanan
Di daratan jawa acara tujuh bulanan ( Jawa : mitoni ) bagi wanita yang sedang hamil masih terpelihara pada sebagian daerah. Tujuan mereka membuat acara agar si bayi nanti hidup sehat, selamat sampai lahir. Jelas ini tidak ada ajarannya dalam islam.

3. Suami si wanita yang hamil dilarang membunuh hewan
Atau membunuh yang semisalnya dengan keyakinan akan membahayakan bayi.

4. Ucapan ‘amit-amit jabang bayi’
Kata-kata ini yang diucapkan ibu hamil ketika melihat sesuatu yang dia benci, dengan keyakinan bahwa jika tidak mengucapkan itu maka apa yang ia benci itu akan dialami oleh bayinya.

5. Ibu hamil membaca al-Qur’an surat Yusuf dan Maryam
• Dengan itu diharapkan bila yang lahir laki-laki akan tampan dan ganteng seperti Nabi Yusuf ‘alayhissalam.
•Dengan membaca al-Qur’an surat Maryam diharapkan bila yang lahir perempuan akan cantik seperti Maryam.
Jelas ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para sahabatnya.

6. Kokok ayam ditengah malam, isyarat wanita hamil diluar nikah
Kepercayaan ini hasil utak-atik orang terhadap perkara yang dianggap ganjil. Misalnya secara kebetulan ada kejadian yang berbarengan. Keyakinan seperti ini tidaklah dibenarkan karena tidak berlandaskan dalil.

7. Wanita hamil harus membawa gunting
Hal itu dianggap benteng untuk menolak bala dan musibah.

8. Membuat tempat khusus untuk ari-ari
Bahkan diberi lampu dan penerang lainnya selama beberapa hari.

9. Ari-ari adalah saudara kembar bayi
Ada anggapan bahwa ari-ari adalah saudara si bayi. Karena itu, perlu diberi perlakuan khusus dengan mengadakan upacara tertentu ketika memendamnya.

10. Keberatan nama
Jika bayi mempunyai nama yang panjang kemudian si bayi sering sakit maka masyarakat beranggapan bahwa bayi tersebut keberatan nama.

11. Kupu-kupu masuk rumah
Jika ada kupu-kupu masuk rumah maka itu dikatakan merupakan pertanda akan ada tamu berkunjung. Allahu A’lam, kami tidak mengetahui dari mana asalnya keyakinan semacam ini.

12. Jika berjumpa ular atau menabrak kucing
Jika anda berjumpa ular weling melintas dijalan yang akan anda lalui, atau anda menabrak kucing di jalan, maka diyakini bahwa itu pertanda buruk. Jelas ini adalah tathayyur yang dilarang dalam Islam.

13. Burung hantu hinggap di atas rumah
Jika burung hantu berbunyi di sebuah rumah maka diyakini itu pertanda ada orang di rumah itu yang akan segera meninggal.

Itulah sebagian pemikiran penyimpangan berbahaya yang sering dilakukan oleh para wanita dan hendaknya segera ditingggalkan. Allahu A’lam

✒Oleh : Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman
Majalah AL-FURQON
@ viaHadis Shahih

View on Path

🌺

Hidayah adalah milik Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan di tangan Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Sungguh hanya hamba yang terpilih lagi beruntung yang akan mendapatkannya. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Demi Allâh Subhanahu wa Ta’ala ! Pendidikan orang tua tidak akan bermanfaat jika tidak didahului oleh pilihan Allâh Subhanahu wa Ta’ala terhadap anaknya. Sesungguhnya, jika Allâh Subhanahu wa Ta’ala memilih seorang hamba, maka Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan menjaganya semenjak ia kecil. Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga memberinya hidayah menuju jalan kebenaran serta membimbingnya ke arah yang lurus. Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan membuatnya menyenangi hal-hal yang baik, dan mempertemankanya dengan orang yang baik.

Shaidul Khathir, 1 / 84

View on Path

.
.
Bukunya bagus..
Hijrah bukan hanya sekedar ganti casing, tapi perlahan tambah ilmu, di buku ini lengkap dengan gaya bahasa yang singkat dan mudah diterima, mulai dari mengenal Islam, mengenal Allah, tata cara Ibadah, mengenal tauhid , belajar akidah dan akhlak serta mengenal dosa dosa besar.
.
Penulisnya Ummu Ihsan dan Abu Ihsan Al Atsary ( penulis buku mencetak generasi Rabbani)
.
Jazaakumullahi khoyron katsiroon @rumahbukualharits yang mau bukunya bisa langsung pesan di @rumahbukualharits 🌺.
.
#mustreadbook

View on Path