karena bahagia itu sederhana…

be happy!

Kartu Kredit ? — August 31, 2015
Semua Akan Ada Gantinya… In syaa Allah… — August 24, 2015

Semua Akan Ada Gantinya… In syaa Allah…

Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

Puncak kemerdekaan seorang hamba adalah adalah saat ia mampu menahan diri dari apa yang diharamkan Allah, padahal jiwanya amat mencintai hal itu, namun ia meninggalkannya karena Allah semata,

Allah berfirman:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

“Mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertaqwa, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS: Al Hujurat ayat: 3)

Sahabat…
Tak perlu gusar bila harus kehilangan sesuatu di jalan Allah… Karena ada ganti untuk setiap yang engkau tinggalkan karena-Nya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من ترك شئ لله عوضه الله خير منه

“Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari apa yang ditinggalkannya” (HR. Ahmad)

Qatadah -rahimahullah- mengatakan:

لا يقْدِرُ رَجلٌ على حَرَامٍ ثم يَدَعه ليس به إلا مخافة الله عز وجل إلا أبْدَله في عاجل الدنيا قبل الآخرة ما هو خيرٌ له من ذلك

“Tidaklah seorang laki-laki yang mampu melakukan perbuatan yang haram, kemudian dia meninggalkannya, dimana dia tidak meninggalkannya kecuali karena takut kepada Allah azza wa jalla, maka Allah akan mengganti apa yang ditinggalkannya tersebut dengan sesuatu yang lebih baik pada kehidupan dunia sebelum kehidupan akhirat.”

Iya. .. Semua ada gantinya. ..
Yusuf pernah menolak Zulaikha, lalu Allahpun menggantinya dengan kekuasaan dan wanita yang halal.

Sulaiman pernah menyembelih kudanya karena membuatnya lalai dari mengingat Allah, lalu Allahpun menggantinya dengan angin yang dapat membawanya kemana saja.

Dahulu ada seorang pedagang yang selalu memberi hutang pada orang-orang. Suatu hari dia mengatakan kepada pembantunya,

“إذا جئت مُعْسِراً، فتجاوز عنه لعل الله أن يتجاوز عنا”

“Bila engkau mendatangi orang yang sulit, maka maafkanlah dia. Mudah-mudahan Allah memaafkan kita”. Rasul bersabda: “Orang itupun menemui Allah lalu Allah mengampuninya.” (Muttafaq Alaihi)

Alangkah indahnya balasan Allah itu….

Seolah menegaskan kepada kita bahwa hidup tak selamanya berjalan menurut kalkulasi kita semata.

Muhasabah Diri —
— August 22, 2015

🍂
بسم الله الرحمن الرحيم

Senja di kota Batam….

Nasehat yg sangat berkesan.

Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.

Duri duri tajam yg mengitari tubuhnya adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri….

Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yg menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh-tubuhnya meski mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya duri-duri landak lain yg menusuk, melukai kulit-kulit mereka.

Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, segera saja mereka saling menjauh, namun jika rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, mereka akan segera merapat lagi… dan demikianlah seterusnya.
sepanjang malam, landak-landai itu disibukan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat.

Merapat terlalu lama akan menimpakan atas mereka benyak luka. Sementara jika mereka saling menjauh dalam waktu yang lama justru bisa saja rasa dingin menewaskan mereka.

Demikianlah keadaan kita manusia dalam hubungan interaksi sosial antara sesama kita dalam hidup ini, tentu tak seorang manusiapun terbebas dari duri-duri (kesalahan-kesalahan) yang mengitari dirinya, demikian halnya orang lain…

Tentu mereka sama sekali tidak akan dapat merasakan kehangatan jika mereka tidak rela bersabar menanggung perihnya duri-duri (kesalahan-kesalahan) orang lain pada saat saling merapat.

Oleh karena itulah:

Siapa saja yang hendak mencari sahabat tanpa kesalahan, niscaya ia akan hidup sebatang kara.

Dan barang siapa yg ingin mencari pendamping hidup sempurna tanpa kekurangan, niscaya ia akan hidup membujang.

Dan barang siapa yg berusaha mencari saudara tanpa problema, niscaya ia akan hidup dalam pencarian yang tiada akhirnya.

Barang siapa yang hendak mencari kerabat yang ideal dan sempurna, niscaya ia akan lalui seluruh hidupnya dalam permusuhan.

Maka, bersabarlah menanggung perihnya kesalahan orang lain, agar kita dapat mengembalikan keseimbangan dalam hidup ini.

Camkanlah ….jika engkau ingin hidup bahagia, jangan menafsirkan segala sesuatu dari sudut pandang yg negatip.

Sebab jika seseorang jeli meneliti asal usul berlian, ia akan mendapti ternyata berlian itu bermula dari bongkahan batu hitam.
***

Ustadz DR Ali Mushri MA (Diterjemahkan oleh ustadz Fadlan Akbar, Lc)
🍂 – with Rofeeq2308 and Drgr

View on Path

Rahasia Awan —
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 97 other followers