Bertaubatlah…

28832_420176559622_6871784_n
anggun233.wordpress.com

Oleh : Ustad Ferry Nasution

Saudara-saudariku yang berbahagia diatas hidayah dan rahmat ALLAH سبحانه وتعالى ,

adalah termasuk dari sifat seorang muslim atau muslimah yang sejati yang berpegang teguh dengan agamanya, yaitu mereka senantiasa menjauhi perbuatan dosa besar dan keji.

Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:

(Artinya) “Dan hanya kepunyaan ALLAH-lah apa-apa yang ada di langit dan di bumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada yang berbuat baik dengan pahala yang baik. Yaitu orang-orang yang MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR dan PERBUATAN KEJI yang selain kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang keadaanmu ketika Dia menciptakanmu dari tanah dan ketika kamu masih berbentuk janin dalam perut ibumu, maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang-orang yang bertaqwa.”

(An-Najm: 31-32)

Saudaraku…

Hidup di dunia yang fana ini, kita tidak pernah lepas dari perbuatan dosa & ma’siyat, tetapi Islam tidak membiarkan perbuatan dosa & ma’siyat itu terus menerus pada diri seorang muslim.

Saudaraku..

ALLAH سبحانه وتعالى menjanjikan kepada hamba-Nya yang mereka mampu menjauhi perbuatan dosa yaitu dengan AMPUNAN & SYURGA…

Sebagaimana ALLAH Ta’ala berfirman:

(Artinya) “Jika kamu sekalian meninggalkan dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami akan hapus kesalahan-kesalahan (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga).”

(An-Nisa: 31)

Perhatikanlah wahai saudaraku…

Begitu luasnya kasih sayang dan rahmat dari ALLAH…

Begitu luasnya ampunan dari ALLAH…

Namun sedikit sekali dari kita yang menyadarinya tentang hal tersebut…

Wahai saudaraku,

apakah pantas bagi kita…??

Yang setiap detik senantiasa kita menikmati & merasakan kenikmatan serta rizki dari ALLAH, namun sedikit dari kita yang bersyukur kepada-Nya dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Dan banyak dari kita justru yang bergelimang dengan dosa dan ma’siyat dengan menggunakan kenikmatan dari ALLAH.

Untuk itu wahai saudaraku..

kami menasehatkan untuk diriku dan kepada saudara-saudariku untuk bertaubat kepada ALLAH dengan taubat nasuha sebelum ajal menjemputmu!

Dan taubat itu akan timbul dari keteguhan hati yang sangat kuat untuk menghilangkan noda-noda dosa pada diri seorang hamba.

Maka sepatutnya bagi seorang hamba hendaknya segera bertaubat dan mendekatkan diri kepada ALLAH serta berusaha utk mencari keselamatan kepada yg menguasai keselamatan yaitu ALLAH سبحانه وتعالى .

Seperti ALLAH Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, taubatlah kamu kepada ALLAH dengan taubat nasuha (semurni-murninya), mudah-mudahan Tuhanmu menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai..”

(At-Tahrim: 8)

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Seseorang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tidak berbuat dosa.”

(Ibnu Majah 4250)

Semoga ALLAH Ta’ala memudahkan kita semua untuk senatiasa bertaubat kepada-Nya……

Sebelum kematian menjemput kita….

Sebelum lidah menjulur kaku…

Kunci rapat-rapat pintu syahwat dan syubhat!…., yang dengannya kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar…dan senantiasa kita untuk bersegera mengerjakan amal kebajikan di sisa-sisa umur kita….

Dan terus kita harus tetap menuntut ilmu syar’i yang dengannya kita dapat memahami jalan-jalan kebaikan/ ketaatan….

Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosaku, dosa kedua orang tuaku, anak dan istriku, keluargaku dan umumnya kaum muslimin.

 


 

 

Manusia tidak ada yang bisa lepas dari kesalahan maupun dosa, baik besar maupun kecil. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَم خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang-orang yang bertaubat”. (Hasan. Riwayat Ahmad)

 

Disyariatkannya bertaubat

Para Ulama’ berkata, Taubat dari segala dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat itu terjadi antara hamba dengan Allah, tidak berkaitan dengan hak manusia maka ada 3 syarat taubat:

1) Hendaknya ia meninggalkan maksiat tersebut.

2) Menyesali perbuatannya.

3) Berniat teguh untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya.

Apabila salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka taubatnya tidak sah.

Adapun jika maksiat itu berkaitan dengan hak manusia maka taubat itu diterima dengan empat syarat. Yakni ketiga syarat di muka, dan yang keempat hendaknya ia menyelesaikan hak orang yang bersangkutan.

Jika berupa harta atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) atas tuduhan atau sejenisnya maka hendaknya had itu ditunaikan atau ia meminta maaf darinya. Jika berupa ghibah (menggunjing) maka ia harus memohon maaf.

Ia wajib meminta ampun kepada Allah dari segala dosa. Jika ia bertaubat dari sebagian dosa, maka taubat itu diterima di sisi Allah, dan dosa-dosanya yang lain masih tetap ada. Banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’ yang menunjukkan wajibnya melakukan taubat. Allah menyeru kita untuk bertaubat dan ber-istighfar, Ia menjanjikan untuk mengampuni dan menerima taubat kita, merahmati kita manakala kita bertaubat kepada-Nya serta mengampuni dosa-dosa kita, dan sungguh Allah tidak mengingkari janji-Nya.

Imam An Nawawi Rahimahullahu menambahkan syarat bertaubat yaitu ikhlas karena Allah semata dan masih dalam waktu diterimanya taubat (bukan ketika nyawa sudah di kerongkongan ataupun setelah matahari terbit dari barat).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s