Jalan Terbebas Dari Maksiat

IMG_20130524_133307

Syaikh Ibnu Utsaimin

Pertanyaan:
Aku seorang pemuda yang komit dengan Islam, tetapi akhir-akhir ini aku melihat bahwa keimananku lemah, buktinya melakukan beberapa kemaksiatan, seperti menyia-nyiakan dan menunda shalat, mendengarkan ucapan senda gurau dan larut dalam kelezatan-kelezatan. Aku telah berusaha untuk membebaskan diriku dari apa yang aku alami tetapi belum mampu. Apakah yang mulia dapat membimbungku kepada jalan yang lurus agar aku selamat dari kejahatan diriku yang menyuruh kepada keburukan?

Jawaban:

Kita memohon kepada Allah hidayah untuk kami dan untukmu. Jalan menuju keinginan ini ialah dengan membaca al-Qur’an dan merenungkannya. Sebab, Allah berfirman tentang al-Qur’an,

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57).

Kemudian membaca kembali biografi Nabi صلی الله عليه وسلم dan Sunnah-nya, sebab itulah penerang jalan bagi siapa yang ingin sampai kepada Allah سبحانه و تعالى. Ketiga, berkeinginan untuk bersahabat dengan orang-orang yang shalih dan bertakwa dari kalangan ulama rabbani dan kawan-kawan yang bertakwa. Keempat, menjauhi secara maksimal dari kawan-kawan yang buruk yang mana Rasul صلی الله عليه وسلم bersabda tentang mereka,

“Perumpamaan teman yang buruk adalah seperti pandai besi, mungkin ia membakar pakaianmu atau kamu mencium bau yang tidak sedap.” (HR. al-Bukhari dalam al-Buyu’, no. 2101; Muslim dalam al-Birr wa ash-Shilah, no. 2628).

Kelima, celalah dirimu selalu atas apa yang terjadi padamu dari perubahan ini sehingga kamu kembali seperti dahulu. Keenam, jangan merasa kagum dengan apa yang kamu lakukan berupa amal shalih, sebab kekaguman tersebut menggugurkan amal, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,

“Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, ‘Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dia-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar’.” (Al-Hujurat: 17).

Tetapi perhatikanlah amal-amal shalihmu dan seakan-akan kamu merasa terus menyia-nyiakannya, sehingga kamu kembali beristighfar dan bertaubat kepada Allah سبحانه و تعالى, disertai dengan baik prasangka kepada Allah سبحانه و تعالى. Karena jika manusia merasa kagum dengan amalnya dan melihat dirinya punya hak terhadap Tuhannya, maka itu adalah suatu yang berbahaya yang bisa membatalkan amal.

Kita memohon kepada Allah keselamatan dan kesehatan.

Rujukan:
Fatawa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, jilid 2, hal. 964.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s