Mungkin Pernah Alami Ini….

Bukan tidak mungkin, seorang pendosa beristighfar -walau masih rutin berdosa dia merasa- kelak akan Allah hentikan dia dari perbuatan dosanya.

Karena dia merendah dan masih merasa sering berdosa.
Dalam hatinya tetap ada bait-bait penyesalan, namun seringkali tidak terselesaikan.

Bukan tidak mungkin, seorang alim beristighfar, lalu merasa istighfarnya lebih bernilai dari orang di bawahnya sambil membanding-bandingkan lahiriyah; terlebih merasa bebas dari dosa dan kesalahan.

Ia meninggi. Ditakutkan ia akan dihukum dengan hilangnya kelezatan ibadah bermasa-masa.

Mungkin kita pernah rutin berdosa dan tiap melakukannya ada penyesalan, bahkan kadang menangis bertanya ‘mengapa’ pada jiwa.

Kemudian Allah membimbing kita menuju jalan-Nya.

Mungkin pernah alami ini.

Mungkin kita pernah rutin beribadah dan takjub melakukannya lalu tengok kiri kanan.
Merasa lebih berkualitas, perlahan tapi pasti kita merasa kian jauh dari keindahan masa lalu dan ingin kembali namun seolah selalu terhalangi.

Mungkin pernah alami ini.

Preman yang kini sedang mendosa itu, kita tak tahu takdirnya kemudian.

Tidak perlu menentukan di mana kelak dia akan berakhir dan apa kelak dia akan menjadi.

Karena kita sendiri tidak bisa menentukan di mana kelak kita akan berakhir dan apa kelak kita akan menjadi.

Kita harus ingat untuk berhenti ketika kita merasa sudah terlalu jauh.

Karena di kejauhan, tidak terlihat ada tempat pemberhentian.

by ust. Hasan Al Jaizy Lc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s