Untuk Saudaraku yang Dirundung Kesedihan

Ingat, wahai saudara-saudariku…

Roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya.

Ada sedih, ada senang.

Ada derita, ada bahagia.

Ada suka, ada duka.

Ada kesempitan, ada keluasan.

Ada kesulitan, dan ada kemudahan.

Tidak ada manusia yang tidak melewatinya.

Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu wahai saudaraku ..

Manusia bukanlah pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya.

Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan.

Saat ini bertemu, tidak lama kemudian mereka akan menemukan perpisahan.

Detik ini berbangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya.

Maka, apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu, jangan berlarut dalam kesedihanmu ..

Permasalahan kita di dunia ini tidak selalu sama. Keadaan terus berubah. Berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar.

Kadang diatas, kadang dibawah.

Kadang maju, kadang mundur.

Itulah kehidupan.

Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu, hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran …

Saudaraku, ketenangan sangat kita butuhkan dalam menghadapi segala keadaan hidup ini. Terutama dalam keadaan sulit dan ditimpa musibah. Dan kita harus yakini dengan seyakin-yakinnya apa yang telah ditetapkan untuk kita merupakan kebaikan kita.

Saudaraku…

Jika hati ini dalam kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan.

Jika hati ini tenang maka ucapan yg keluar dari lisannya akan tetap penuh dgn hikmah dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita hadapi.

Dan dengan itu lah kemudian –insya Allah- kita akan meraih keuntungan.

Jika hati tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan.

Semoga yang sedikit ini meringankan sedikit dari apa-apa yang menimpa kita…

Dan kita memohon kepada Allah Azza wajalla agar mengangkat seluruh kesulitan yang menimpa kita.

_________

Dipost oleh Ustadz Abu ‘Urwah Ferry Nasution -hafizhahullah- tgl 23 Jumadal Ula 1436 / 14 Maret 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s