🌸

Bismillaah. .

Islam membagi ilmu berdasarkan hukumnya sebagai berikut:

Pertama: Ilmu Dien, yang terbagi menjadi:

•Ilmu dien yang hukumnya Fardlu ‘Ain (wajib dimiliki oleh setiap orang), yaitu: Ilmu tentang akidah berupa rukun iman yang enam, dan ibadah, seperti thoharoh, sholat, shiyam, zakat, dan ibadah wajib lainnya.

•Ilmu dien yang hukumnya Fardlu Kifayah (harus ada sebagian orang islam yang menguasai, bila tidak ada maka semua kaum muslimin di tempat itu berdosa), yaitu: ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu fara’idh, ilmu bahasa, dan ushul fiqh.

Kedua: Ilmu Duniawi, yaitu segala ilmu yang dengan ilmu tersebut tegaklah segala maslahat dunia dan kehidupan manusia, seperti: ilmu kedokteran, pertanian, ilmu teknik, perdagangan, militer, dan sebagainya. Menurut ‘ulama, hukum ilmu duniawi adalah fardlu kifayah.

Belajar ilmu agama? Emang mau jadi ustadzah? Biasanya orang banyak bertanya begitu😀

Jawab : “Menuntut ilmu(dien) itu wajib (hukumnya) atas setiap muslim” (Shahihul Jami’ 3913) ->jadi bukan melulu menuntut ilmu itu karena mau jadi ustadz atau ustadzah
.
.
Yang dimaksud dalam hadits ini adalah menuntut ilmu syar’i. Kewajiban menuntut ilmu ini mencakup seluruh individu Muslim dan Muslimah, baik dia sebagai orang tua, anak, karyawan, dosen, Doktor, Profesor, dan yang lainnya. Yaitu mereka wajib mengetahui ilmu yang berkaitan dengan muamalah mereka dengan Rabb-nya, baik tentang Tauhid, rukun Islam, rukun Iman, akhlak, adab, dan mu’amalah dengan makhluk.



“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam urusan akhiratnya.” (Shahih Jami’ Ash Shaghir)

Maukah kita disebut bodoh oleh Sang Khaliq…?

Belajar dien, dimulai darimana ya?

Dari yang paling sering kita hadapi / lakukan sehari hari. Mulai cari tahu, priksa dari mulai sholat kita, bacaan kita, gerakan2 sholatt kita udah betul belum ya? Carinya kemana? Idealnya ya datanglah ke kajian2 ilmu, jika kesibukan menghalangi, sekarang sudah bisa kajian kajian diakses melalui youtube, web, mp3 dsb, dengan berbagai kemudahan teknologi saat ini sepertinya tidak ada udzur untuk tidak mencari tahu tentang ilmu dien.

Tapi ingat, tidak semua yang berlabel Islam atau Syari itu adalah Haq. Maksudnya carilah ilmu dien yang memang benar dan shahih sumbernya, bukan asal segala artikel islam atau syari itu pasti 100% sesuai syariat. Lihat latar belakang pendidikan asatidznya. Jangan terpukau hanya karena ustadz misalnya katanya bisa jalan diatas air begini begitu atau kyai ini itu punya karomah, atau menuntut ilmu maunya hanya sama Habib ini itu dsb, berhati-hati, karena islam adalah ilmu, bukan pengagungan pada para asatidz atau taqlid buta.

Wallahu a’lam

🌸

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s